Sunday, 4 November 2012

Happy Anniversary CBR Club Medan 
5 November 2012


Selamat ulang tahun CBR Club Medan, 5 November 2012. Semoga semakin nyata kontribusi di tengah masyrakat dengan makin banyak aksi sosial dan safety riding campaign. Dan yang paling utama : TOURING !!!
FUN RACE CBR CLUB MEDAN

Hari minggu kemarin 4 Nov 2012 CBR Club Medan mengadakan acara Fun Race di Sirkuit IMI Sumut. Pesertanya member CBRClub Medan. Namanya juga fun race jadi gak ada yang namanya juri, timer dsb. Walaupun tanpa komponen juri tapi kehadiran penonton sore yang mendung itu mencapai 3000an orang.

Acara ini merupakan acara perpisahan dengan Dewan Pengurus CBR Club Medan periode 2011-2012 yang akan berakhir secara resmi tanggal 5 November 2012 bertepatan dengan 2nd Anniversary CBR Club Medan.


Walaupun ada inciden kecil dimana salah satu peserta race yang jatuh tapi tidak mengurangi  meriahnya acara ini (karena waktu jatuh pas di lap terakhir, hihihihihih....). Makanya pakai protector donk, jatuh itu sakit bro.


Kesibukan di garis start, yang penting gaya.








Racing in action : Tulang tua pakai Black Baracuda





















Kapan lagi fun race-nya....?? Mudah-mudahan si KT sudah bisa turun... Keep safe, bro semua !!!

Thursday, 1 November 2012

 TOURING MEDAN - SABANG 2012

Day 1 - 30 October 12 :
Perjalanan kali ini setelah Putri berangkat ke sekolah dulu. Cuaca mendung dan gerimis tapi tidak merubah tekad buat berangkat.
 
Yang pertama kali dilakukan setelah berangkat adalah mengisi penuh tanki si KT di Petronas yang tinggal seperampat penuh. KM di speedometer menunjukan angka 28668,7.
Yang mengherankan adalah ternyata petugas pom tahu kalau si KT minum pertamax Pertamina. Apa rahasianya? Ternyata kalau pertamax berwarna hijau, kalau Petronas super 92 berwarna merah.
Setelah nigisi full tank, tujuan berikut adalah Binjai. Sempat ketar-ketir juga karena informasi yg diterima kalau the police di sini tdk mengenal kompromi dengan knalpot racing. Ketahuan dikejar dan dikandangkan smp membawa knalpot original. Bahkan ada yg langsung knalpotnya dihancurkan di tempat, sereeeemmm. Jadi pas masuk Binjai, si KT dipacu dengan kecepatan sedang tp rpm tinggi. Terlihat beberapa pengendara motor yang menoleh memperhatikan jalannya si KT, dipikir berani juga nih orang pake knalpot racing maduk kota Binjai. Dan memang srpanjang jalan di Binjai tidak ketemu satu motorpun yang pakai knalpot racing c semuanya pakai knalpot sopan, hihihihihihi.....Akhirnya si KT keluar Binjai dengan aman.
Krn aspal dan kondisi jalan yang mulus membuat hati pingin memacu si KT top speed tapi apa daya si KT masih dalam kondisi inreyen setelah ganti piston 2 kali. Jadi jalannya si KT cuma untuk-untuk doang!! Jalur yang ditempuh berikutnya adalah Stabat-Pangkalan Brandan-Langsa-Kuala Simpang-Lhok Sukon-Lhoksemauwe.

Istirahat pertama di Pangkalan Brandan buat minum dan makan roti sekedar ganjal perut karena cacing yg mulai protes. Si KT baru diisi pertamax berikutnya di Kuala Simpang karena fuel tinggal satu bar di speedometer.
Karena kondisi hujan yang gak berhenti sepanjang jalan membuat kesempatan foto di perbatasan Sumut-Aceh berlalu begitu saja. Padahal gate selamat datang lumayan bagus juga, sayang dilewatkan begitu saja.
Boleh dikata kondisi jalan Medan-Lhoksemauwe adalah excellent. Jalan mulus dan lebar, lalu lintas yang sepi bikin ngantuk-tuk, mana si KT hanya bisa dihajar smp 110 km/jam di rpm 9000.
Cuaca mulai bersahabat sejak Lhok Sukon, panas walau tidak terik. Perjalanan hari ini tidak terlalu nyaman krn kondisi tubuh yg tidak fit untuk touring tapi harus dijalani.
Masuk Lhok jam 14.00 lagsung ke Indomaret buat beli minum sekalian istirahat n nanya hotel yg bisa disinggahi.
Setelah dapat info lokasi hotel Diana, lgs check in buat istirahat.
Yang pertama dilakukan di kamar adalah tidur tanpa makan siang krn kondisi sudah drop sama sekali. Tidurnya lumayan lama dari jam 14.30 sampai jam 18.00 dan bangun dengan kondisi yang lebih baik serta perut keroncongan. Jadi segera buru-buru mandi dan meluncur ke apotik buat beli obat karena perut bermasalah dari hari sebelumnya tanpa ada perubahan, sekalian juga ngisi pertamax si KT baru meluncur KFC buat makan malam.
Yang unik di Lhoksemauwe sini adalah semua warung makan tutup selama magrib, baru buka setelahnya. Makanya td KFC dicari gak ketemu padahal tadi siang sudah liat dan ditandai..:-)
Besok perjalanan memang tidak jauh sekitar 280 km jadi harus tidur cepat nih.

Note : touring hampir batal karena dapat info dari rumah Putri sakit dan otw ke rumah sakit. Jika harus opname maka besok pagi-pagi langsung balik kanan pulang ke Medan .


 Day 2 - 31 October 2012 :
Bangun pagi banget krn perut tidak berkompromi sama sekali, padahal sudah minum bermacam obat.
Habis laporan di toilet langsung telp ke rumah nanya kondisi Putri. Ternyata kondisinya tdk berubah n kemungkinan harus rawat inap sehing
ga keputusan adalah segera pulang. "Sabang, I'll visit you next time."
Setelah siap-siap n tanpa sarapan, jam 08.00 on teng, si KT di stater n langsung ride back ke Medan.
Langit mendung tanpa hujan dsn si KT dipacu tetap fijaga di rpm 9000 ug artinya hanya bermain di 120 km/jam.
Masuk Lhok Sukon yang artinya kurang lebih 20 km dari Lhoksemauwe hujan mulai turun. Pertama sih rintik-rintik tapi lama kelamaan kok makin deras. Harus minggir nih buat pakai rain coat. Keputusan yg tepat krn habis itu hujan deras banget. Teringat waktu ke Bromo dengan CBRClub Bali dimana dihajar hujan mulai dari Jember smp Lumajang.
Krn masih pagi sehingga jalanan yg sepi ( atau kendaraan di Aceh yg sedikit) sehingga bisa dipacu full speed walau hujan deras. Aspal mulus plus tikungan patah yg cocok buat cornering, jalan yg lurus....pokoknya "sesuatu banget".
Saking asiknya gas pool pas keluar dari kota Langsa rem belakang bermasalah, kendor baut penahannya. Terpaksa deh brenti pinggir jalan buat oprek sehingga kehilangan waktu 15 menit sendiri, habis itu tancep lagi.

 
Pas mau melewati perbatasan Aceh-Sumut hujan tinggal rintik-rintik, sempat2in deh foto di sana. Lumayan daripada nggak ada dokumentasi sama sekali.

 
Perjalanan ke Medan dari perbatasn agak tersendat karena lalu lintas mulai padat n kondisi aspal yg butuh diaspal ulang. Sempat istirahat di Tanjung Pura buat lepas rain coat sekalian beli roti n air mineral buat nipu naga di perut. Habis itu lgs hajar lagi deh...
Masih tetap kuatir ttg Binjai..karena pasti dilewatin lagi. Mudah2an "damai itu indah" berlaku disini daripada knalpot si KT dihancurin sama the police. Itu sama saja dengan menghancurkan hatiku... Ternyata lewat Binjai dengan aman, karena hujan. Hehehehe... The police takut hujan juga, kan the police manusia juga.
Binjai-Medan lalu lintas super padat, dan pas mau lewatin truk dari kanan.... Langsung deh injak rem dengan keras, huffff.... Hampir menghajar drum pembatas jalan. Untung gak kena, kalo nggak malunya itu lho... Gak elit kalee nabrak drum. Apa kata CBRClub Bali, hahahahaaeee....
Akhirnya sampai di rumah dengan aman dan selamat buat ketemu Putri dengan angka speedometer menunjukan 29335,0 yang artinya perjalanan kali ini total km ug ditempuh : 667 km.



 
Medan-Sabang kali ini bukan batal hanya tertunda aja. Artinya masih ada Medan-Sabang seri II.
                                                       Family is the priority !!

Monday, 22 October 2012

Kopdar bersama CBRClub Medan



Akhirnya setelah hampir 5 bulan tiba di Medan, akhirnya si KT bisa kopdar juga bersama teman-teman CBRClub Medan hari Jumat 19 Oktober 2010 di depan parkiran masjid agung Medan.
Yang hadir malam itu tidak seberapa banyak sekitar 12 unit, CBR old hanya ada 4 yang hadir.

Kenapa sekian lama tidak pernah kopdar? Karena si KT harus opname di 3 bengkel yang berbeda dan harus 2 kali ganti piston, cimmieeww....

Yang paling utama adalah si KT sipa untuk ridealone to km 0 Sabang.
SI KT GOES TO SABANG KM 0

Setelah solo touring Denpasar - Danau Tiga Warna Kelimutu - Flores maka di planning lah rencana touring Denpasar - KM 0 Sabang. Semua perencanaan sudah matang dan tinggal dijalani.

Hanya berselang 3 minggu sebelum d-day datanglah kabar bahwa sekeluarga akan pindah ke Medan bulan depan. Berantakan sudah rencana Denpasar - KM 0 dengan si KT.

Setelah diutak-atik dengan banyak pertimbangan, akhirnya bisa juga touring dari Denpasar ke Medan sekalian bawa pulang si KT ke rumah yang baru di Medan. Tinggallah rute yang tersisa : Medan - KM 0.

Saat ini planning  Medan - KM 0 sudah ditetapkan d day nya : 30 October - 4 November 2012. Dengan adanya 2 rute pilihan membuat bingung sendiri mau milih yang mana karena dijamin pemandangannya yang luar biasa selama perjalanan.

Rute Medan - KM 0 dapat ditempuh dari 2 arah :
1. Medan - Langsa - Lhoksemauwe - Sigli - Bandah Aceh - KM 0 = 650 km


2. Medan - Kabanjahe - Sidikalang - Tapak Tuan- Meulaboh - Banda Aceh - KM 0 = 870 km

Apa yang bisa diliat di Banda Aceh dan Sabang selain KM 0 ? Bisa di cek di : www.ndahsaja.com. Ternyata banyak lokasi yang indah-indah yang sangat layak dan wajib dikunjungi.

Sabang... I'm coming.....

Friday, 19 October 2012

TOURING DENPASAR - MEDAN 2012

Hari ke-8 :
Rute terpanjang selama touring : 700km lebih jarak Pekan Baru - Medan. Rencana awal rute ini akan ditempuh 2 hari tapi berubah harus dalam satu hari. Tanpa sarapan sama sekali karena ngejar waktu, jam 05.30 si KT dah siap buat jalan. Sayangnya untuk pertama kali, si KT tidak mau hidup. Sudah dicoba beberapa kali tapi tetap tidak mau hidup. Dah terbayang harus nyari ekspedisi buat ngirim si KT dan naik bis pulang ke Medan.
Untungnya si KT mau hidup yang akhirnya mundur setengah jam dari planning. Jam 06.00 keluar hotel, jalan perlahan karena masih gelap dan ternyata kabut menutup kota, jarak pandang jadi terbatas. Sempat dari jauh melihat satpam BRI di depan bank, maksud hati ingin bertanya arah ke Rumbai. Pada saat si KT parkir di pinggir jalan, terlihat satpam buru-buru masuk ke dalam bank. Waktu dikejar ke dalam, terlihat si satpam segera menurunkan rolling door da n terdengar suara "jeglek !!!" yang artinya rolling door dikunci dari dalam. Haddeehhh.... Keluarlah kata sakti khas arek Suroboyo : JAN**K !!! Emang gue rampok? Mang sih saat itu masih remang-remang dan tidak ada orang lain alias sepi. Setelah meraba-raba plus nanya jalan ke Rumbai-Duri di warung kecil, akhirnya ketemu juga tuh jalan lintas timur menuju Medan.

Daerah Pekan Baru sampai Duri dikelilingi rawa sehingga kabut betul-betul menutupi pandangan, panduan jalan hanya berpatokan pada aspal ke depan yang berjarak 5-10an meter. Kiri kanan : tertutup kabut !!! Aktifitas pasar tumpah di Rumbai dan Minas lancar dan tidak seperti di Jawa yang membikin macet, hanya kondisi beberapa titik yang membuat kendaraan besar seperti truk dan trailer harus merayap perlahan. Mumpung lagi macet jadi sekalian aja istirahat sarapan. Menu sarapan : NASI PADANG yang kayaknya ini menu wajib yang mudah ditemukan di belantara Sumatera. Setelah dipikir-pikir, setiap hari pasti makan nasi padang. Apa karena istri asli Padang kali yeee....

Habis sarapan langsung si KT dipacu menuju perbatan Riau - Sumut, kondisi jalan yang lumayan sehingga si KT bisa mencapai top speed 140kmj di speedometer. Melewati Duri terasa berbeda dengan kota-kota lain, karena kota ini adalah kota yang dibangun dari minyak. Di sini salah satu oil company terbesar Amerika yaitu Chevron beroperasi mengeruk minyak dari perut bumi. Gak jelas keuntungan buat Riau jika dilihat dari kondisi jalanan di propinsi ini. Harusnya Riau adalah propinsi kaya tapi.... Fasilitas yang besar dan jalan yang wah adalah pembeda Duri dengan kota lain.

Sampai di Bagan Batu, kota terakhir Riau sebelum masuk Sumut, istirahat bentar dan doping dulu (Kratingd**** plus Heineken) buat nambah stamina, hehehehehe...Habis istirahat langsung si KT dipacu lagi menuju Medan. Tiba-tiba di tengah jalan dihentikan oleh polisi, ada razia nih. Setelah tanya jawab sebentar dan di cek surat2 si KT, langsung dilepas. Sempat nglirik badge om polisi ada tulisan "polda sumut". Haaa...? Surprise, ternyata sudah masuk Sumut, kok nggak terasa ya? Perasaan ini mata dah pelototin jalan buat nyari patung selamat datang tapi gak ditemukan. Makanya gak tau kalau sudah di Sumut.
Sepanjang jalan lepas perbatasan adalah kebun kapa sawit, jalan berkelok-kelok "rancak bana".Pas lagi menikmati pemandangan tiba-tiba kaget melihat sebuah truk lagi sembunyi dibalik rerumputan dengan cueknya dengan posisi roda di samping alias terguling. Hadeeehhh..... Padahal jalan lurus, apa karena tuak??

o iya, sepanjang jalan dari Palembang sampai di sini banyak kali menemukan Dishub melakukan razia terhadap truk dan mobil angkutan barang lainnya. Dan yang lucunya hanya berjarak 500 meter polantas juga melakukan razia terhadap kendaraan yang sama. Kok bisa ya ? Rebutan rejeki kalee ya? 

Masuk perbatasan Sumut agak sulit menemukan pertamax jadi terpaksa si KT minum tuak bin premium lagi, hadeeehh......
Sampai di Rantau Prapat baru dapat pertamax lagi buat si KT. Istirahat makan siang di Kisaran sekitar jam 14.00 dan untungnya kali ini makannya nasi campur bukan nasi padang lagi. Makan seperti biasa seakan-akan lama gak ketemu makanan.
Pas mau jalan lagi ternyata relay angel eyes lepas dari dudukannya, jadi harus dimodifikasi. Dah full gear terpaksa dilepas dulu karena panas. Selesai dibenarin trus langsung si KT digeber, dan belum ada satu kilometer tiba-tiba hujan turun dengan deras. Terpaksa berhenti dipinggir jalan buat pakai rain coat. Dari panas ke hujan sangat cepat sekali berubahnya. Riding gak sampai 10 menit kembali cuaca berubah dan mentari kembali menjadi sombong, panas!! Terbayang panas terik sambil pakai rain coat kan?





Kisaran - Medan adalah jalur yang penuh godaan. Sudah makai balaclava menutup hidung plus helm full face dengan visor tertutup rapat tapi bau durian tetap tercium menyengat di hidung. Mantap bukan? Sayangnya karena keterbatasan waktu sehingga si KT sukses melewati cobaan dan godaan si duren. Selain durian, saat ini juga sedang musim rambutan. Selain musim durian dan rambutan, dsekarang ini juga lagi musim hujan, :-). Pedagang rambutan dan durian berbaris rapi sepanjang jalan entah itu di kebun sawit maupun di kota gak ada habisnya.Karena si KT dipacu tanpa henti sehingga jam 16.30 si KT sudah melewati Tebing Tinggi. Dan jam 17.00an, memasuki kota Medan. Di jam tersebut arus lalu lintas sangat...sangat...sangat padat. Sehingga si KT harus merayap perlahan dan akibatnya temperatur mesin hampir mencapai red line. Bayangkan, dalam kondisi normal jarak batas kota ke Istana Maimun biasanya 15 menit, hari ini pas satu jam. Edaaannn... Tapi mau bilang apa? Ini Medan, bung.Titik nol Medan ada di istana Maimun, sehingga sbm pulang ke rumah harus singgah ke sana dulu untuk jadi bukti perjalanan Denpasar - Medan kali ini.




Total jarak tempuh : 3305 km

 
















 Speedometer sebelum start di Denpasar                                         Speedometer di Istana Maimun Medan


Next touring : Medan - pulau Sabang (km 0).

 

 
TOURING DENPASAR - MEDAN 2012

Hari ke-7 :
Jambi-Pekan Baru berjarak 502 km dengan prediksi waktu tempuh 10 jam. Sudah dijemput om Abdul jam 5 pagi untuk diantar ke jalan lintas timur Jambi - Pekan Baru karena kuatir si KT gak bisa nemu jalan. Emang gps gak ngaruh, ya?
Setelah kelar kota dan menyeberang jembatan sungai Batanghari dan ucapan terima kasih dah merepotkan wong Jambi, akhirnya si KT melaju di pagi yang dingin. Sempat diwanti-wanti bahwa setengah jam ke depan harus ekstra hati-hati karena banyal ternak di jalan dsn jangan sampai menabrak ternak penduduk setempat karena di sana nyawa ternak lebih berharga dari nyawa manusia. Waaduh... Terpaksa si KT diajak berlari 100kmj aja plus ekstra hati-hati. Karena jalan yang beraspal mulus plus jalan yang berkelok-kelok indah dengan pemandangan yang aduhai membuat lupa sehingga si KT diajak berlari full speed terus, gak ada matinya. Hanya saja masih mbrebet kalau gas ditarik tanpa diurut.

Saking asyiknya lupa kalau naga di perut dah mulai protes, mana ada resto di tengah hutan begini?
Sekitar jam 08.00 baru ketemu resto tempat bus istirahat, somewhere di tengah hutan.

Sekitar jam 10.30 si KT melewati perbatasan Jambi dan masuk propinsi Riau.
Hanya kurang dari 2 km sejak perbatasan, jalan mulai bermasalah. Mulai dari berlubang kecil sampAi sebesar gajah tanpa ada tanda-tanda akan diperbaiki. Banyak truk dan bus yang dengan pasrah hanya berjalan seperti keong. Kalau dari Bakauheni sampai perbatasan Jambi-Riau jalan rusak yang ditemui paling panjang hampir seratus meter, kalau dari perbatasan ke arah Pekan Baru sangat sedikit jalan bagus yang panjangnya 100m. Sisanya rusak semua !! Propinsi terkaya mau jadi tuan rumah PON mendatang seperti ini? Bakalan banyak yang pakai seragam baru "Tahanan" KPK. Setelah riding hampir dua jam, si KT butuh istirahat di Pangkalan Kerinci sekalian di cek. Hasil dari jalan rusak : fairing belakang kanan pecah, di atas lampu belakang pecah dan hilang. Lainnya aman. Setelah istirahat hampir sejam, si KT kemudian diajak berlari menuju Pekan Baru. Jalan mulai membai tapi tetap banyak lubang jebakan kalau tidak waspada.

Kurang lebih jam 15.30 si KT masuk Pekan Baru, ngisi Pertamax buat perjalanan besok. Iseng-iseng nanya ke petugas pom bensin kenapa jalan di Riau banyak rusak dibandingkan Jambi. Jawabannya cukup membuat miris : "kalau disini gak ada pembangunan, pak. Yang ada hanya korupsi n korupsi saja". Jawaban yang polos dan kayaknya mewakili rakyat kecil di Riau. Daripada berlanjut bikin sakit hati mending langsung ke hotel Amaris yang sudah di booking dari PT. Oto Multiartha Pekan Baru..
 
Habis bersih-bersih kemudian keluar jalan sebentar liat2 kota Pekan Baru sambil nyari makan. Balik ke hotel jam 18.00 tiduran bentar yang ternyata kebablasan sampai jam 04.00 pagi. Hahahaeee....